Prabowo Subianto

Pengabdian Prabowo Subianto dalam Politik Global

Prabowo memulai karir politiknya di Partai Golkar. Idealismenya dan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan rakyat mendorongnya untuk mendirikan Partai Gerindra pada tahun 2008. Dengan landasan manifesto...
HomeBeritaHamas Membebaskan 13 Sandera Israel

Hamas Membebaskan 13 Sandera Israel

YERUSALEM – Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan Hamas telah menyerahkan 13 sandera warga Israel dan warga asing ke Komite Palang Merah Internasional (ICRC). Kesepakatan ini terjadi setelah terjadi ketegangan dalam kesepakatan yang dimediasi oleh Qatar dan Mesir.

Kesepakatan pembebasan sandera ini tertunda sejenak karena adanya perselisihan tentang pasokan bantuan ke utara Gaza. “ICRC menerima tiga belas warga Israel dan empat warga asing dan mereka dalam perjalanan ke Rafah,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari di media sosial X, Sabtu (25/11/2023).

Penyiaran televisi menunjukkan kendaraan Palang Merah berjalan menuju Rafah, perbatasan antara Gaza dan Mesir. Pejabat Palestina yang mengetahui kesepakatan ini mengatakan Hamas melanjutkan gencatan senjata selama empat hari yang menjadi jeda pertama perang yang sudah berlangsung selama empat pekan.

Al Ansari mengatakan rintangan dan penundaan singkat pembebasan sandera ini berhasil diatasi setelah Qatar dan Mesir menghubungi kedua belah pihak. Ia menambahkan bahwa Israel membebaskan 39 warga Palestina sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Di antara sandera yang dibebaskan oleh Hamas termasuk delapan anak-anak dan lima perempuan. Sementara warga Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel terdiri dari 33 anak-anak dan enam perempuan.

Juru bicara Dewan Keamanan Gedung Putih, Adrienne Watson, mengatakan Presiden AS Joe Biden berbicara dengan Emir Qatar Sheik Tamim bin Hamad Al Thani mengenai pembebasan sandera. Sekitar tiga setengah jam usai pembicaraan melalui sambungan telepon itu, Gedung Putih mendapat informasi dari Qatar bahwa kesepakatan sudah kembali ke jalurnya dan ICRC bergerak untuk menerima para sandera.

Sebelumnya, Hamas mengatakan mereka menunda pembebasan sandera tahap kedua yang dijadwalkan pada Sabtu kemarin, sampai Israel memenuhi semua persyaratan gencatan senjata, termasuk berkomitmen untuk mengizinkan truk-truk bantuan masuk ke Gaza utara.

Dilansir dari laman Reuters, juru bicara Hamas, Osama Hamdan, mengatakan bahwa sampai Jumat (24/11/2023) lalu, hanya 65 dari 340 truk bantuan yang memasuki Gaza yang telah mencapai Gaza utara. Ia mengatakan bahwa ini merupakan jumlah yang “kurang dari setengah dari yang disepakati oleh Israel.”

Brigade Al-Qassam juga mengatakan bahwa Israel gagal memenuhi persyaratan pembebasan tahanan Palestina. Komisaris Palestina untuk tahanan, Qadura Fares, mengatakan bahwa Israel tidak membebaskan tahanan berdasarkan senioritas, seperti yang diharapkan.

Pada stasiun televisi Channel 13, Menteri Pertanian Israel, Avi Dichter, anggota kabinet keamanan Israel, mengatakan bahwa Israel “mematuhi kesepakatan” dengan Hamas yang dimediasi oleh Qatar.

Israel mengatakan bahwa 50 truk berisi makanan, air, perlengkapan tempat tinggal, dan pasokan medis dikirim ke Gaza utara di bawah pengawasan PBB. Bantuan ini merupakan pengiriman bantuan signifikan pertama ke sana kantong pemukiman tersebut sejak perang dimulai.

Perbedaan pendapat singkat mengenai gencatan senjata ini menimbulkan kekhawatiran akan kelancaran pelaksanaan kesepakatan pembebasan sandera setelah 13 wanita dan anak-anak Israel dibebaskan oleh Hamas pada Jumat lalu. Sebanyak 39 wanita dan remaja Palestina juga dibebaskan dari penjara Israel.