Prabowo Subianto

Isu Ganjar dan Anies Bersatu dalam Putaran Kedua, Nusron Wahid: Silakan, Monggo

Jakarta – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Gibran, Nusron Wahid menanggapi santai pernyataan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang membuka peluang Ganjar-Mahfud untuk...
HomeBeritaKunjungan Ke Negara Persemakmuran Oleh Raja Charles III yang Pertama

Kunjungan Ke Negara Persemakmuran Oleh Raja Charles III yang Pertama

Raja Charles III bersama Ratu Camilla yang melambaikan tangan dari balkon Istana Buckingham setelah pelantikan mereka di London, Inggris, pada tanggal 6 Mei 2023.

NAIROBI – Raja Charles III melakukan kunjungan empat hari ke Kenya. Ini adalah kunjungan kenegaraan pertamanya ke negara Persemakmuran sebagai raja.

Raja dan Ratu Camilla tiba di Bandara Internasional Jomo Kenyatta pada Senin (30/10/2023) malam. Pasangan kerajaan tersebut diterima oleh Perdana Menteri Kabinet Kenya dan Menteri Luar Negeri Musalia Mudavadi serta Komisaris Tinggi Inggris untuk Kenya Neil Wigan.

Pada Selasa (31/10/2023), upacara penyambutan akan dilaksanakan oleh Presiden Kenya William Ruto di Gedung Negara.

Kenya merayakan ulang tahun kemerdekaan ke-60 dari Inggris pada tahun ini. Kedua negara telah memiliki hubungan yang dekat sejak kemerdekaan, meskipun terdapat sejarah panjang perlawanan terhadap pemerintahan kolonial Inggris yang menyebabkan banyak korban, termasuk kematian ribuan warga Kenya.

Pemerintah kolonial Inggris dulu melakukan eksekusi dan penahanan tanpa pengadilan dalam upaya memadamkan pemberontakan, dan banyak warga Kenya yang mengalami kekerasan dan serangan seksual dari pihak pemerintah.

Komisi Tinggi Inggris menyatakan bahwa Raja Charles akan bertemu dengan para veteran dan memberikan penghormatan terhadap upaya Komisi Korban Perang Negara Persemakmuran untuk memastikan bahwa warga Kenya dan warga Afrika lainnya yang mendukung upaya Inggris dalam Perang Dunia mendapatkan penghargaan yang pantas.

Selain itu, Charles juga berencana mengunjungi Taman Nasional Nairobi dan bertemu dengan aktivis lingkungan Wanjira Mathai, putri dari peraih Nobel Wangari Maathai, untuk menegaskan komitmennya terhadap perlindungan lingkungan.

Keluarga kerajaan Inggris memiliki hubungan yang panjang dengan Afrika. Pada tahun 1947, calon ratu Elizabeth menjanjikan pengabdian seumur hidup kepada Inggris dan Persemakmuran dalam pidatonya di Afrika Selatan saat ulang tahunnya yang ke-21.

Lima tahun kemudian, Elizabeth dan mendiang suaminya Pangeran Philip mengunjungi Taman Nasional Aberdare di Kenya ketika mereka mendapat kabar bahwa ayah Elizabeth telah meninggal dan dia telah menjadi ratu.

Sumber: Republika