Prabowo Subianto

HomeBeritaJanji Houthi Yaman untuk Melanjutkan Serangan terhadap Israel

Janji Houthi Yaman untuk Melanjutkan Serangan terhadap Israel

Kelompok Houthi di Yaman berjanji akan melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Israel jika perang melawan Hamas di Gaza terus berlanjut. Mereka mengklaim telah menembakkan drone dan rudal balistik dalam tiga operasi terpisah.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di saluran televisi resmi kelompok tersebut, Angkatan Bersenjata Yaman menyatakan bahwa mereka akan terus melakukan serangan kualitatif dengan rudal dan drone sampai agresi Israel dihentikan.

Dalam laporan tersebut, Houthi meluncurkan sejumlah besar rudal balistik dan pesawat bersenjata ke arah Israel pada Selasa. Serangan itu merupakan operasi ketiga sejak serangan Gaza dimulai pada 7 Oktober setelah Hamas melancarkan serangan tidak terduga ke Israel.

Sebelum pernyataan tersebut dirilis, militer Israel mengatakan bahwa pesawat musuh telah memicu sirene peringatan di Eilat, resor Laut Merah. Mereka kemudian mengklaim telah mencegat rudal permukaan-ke-permukaan yang ditembakkan ke wilayah Israel oleh sistem pertahanan udara Arrow.

Perdana Menteri pemerintah Houthi, Abdelaziz bin Habtour, menyatakan bahwa Houthi adalah bagian dari poros perlawanan terhadap Israel. Poros ini mencakup kelompok-kelompok yang didukung oleh Iran di Lebanon, Suriah, dan Irak.

Israel menyalahkan Houthi atas serangan pesawat tak berawak pekan lalu. Sistem pertahanan Israel telah mencegat target musuh yang menuju selatan Israel. Pada 19 Oktober, Angkatan Laut Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka telah menembak jatuh tiga rudal jelajah serangan darat dan beberapa pesawat tak berawak yang ditembakkan oleh Houthi, mungkin ke arah Israel.

Sejak konflik Gaza dimulai, serangkaian serangan terhadap pasukan AS di Irak dan Suriah terjadi, serta baku tembak hampir setiap hari di perbatasan Israel-Lebanon antara Hizbullah dan tentara Israel. Pada akhir pekan lalu, Presiden Iran Ebrahim Raisi memperingatkan bahwa Israel telah melampaui batas, dan ini mungkin akan memaksa semua orang untuk mengambil tindakan.

Sumber: Republika