Prabowo Subianto

Puan Sebut Pihak Ganjar dan Anies Sudah Berkomunikasi, Nusron Wahid: Kami Berfokus untuk Menghemat Uang Rakyat

Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional Prabowo Gibran, Nusron Wahid, merespons dengan santai pernyataan Puan Maharani yang menyebut adanya jalinan komunikasi antara pihak Anies...
HomeBeritaGagalan Komunitas Internasional dalam Mencegah Genosida di Gaza

Gagalan Komunitas Internasional dalam Mencegah Genosida di Gaza

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan bahwa serangan mematikan terhadap kamp pengungsi Jabalia di Gaza adalah akibat dari kegagalan komunitas internasional untuk menekan Israel agar segera menyetujui gencatan senjata. Dalam pernyataan pada Rabu (1/11/2023), Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan bahwa kegagalan Israel dalam mematuhi prinsip-prinsip hukum internasional akan menyebabkan bencana kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab pendudukan Israel dan komunitas internasional.

Arab Saudi mengutuk tindakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh pasukan Israel terhadap kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza yang terkepung, yang menyebabkan kematian dan cedera massal warga sipil tak berdosa. Arab Saudi sepenuhnya menolak serangan berulang yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap wilayah sipil, termasuk pelanggaran terus-menerus terhadap hukum internasional dan hukum kemanusiaan internasional.

Pada Selasa (31/10/2023) malam, serangan udara Israel menghantam kamp pengungsi Jabalia yang padat penduduk. Kamp ini menjadi tempat berlindung bagi ratusan warga Palestina yang terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Antara 50 dan 100 warga Palestina tewas dalam serangan tersebut, sementara lebih dari 150 orang terluka.

Angkatan Darat Israel mengklaim bahwa serangan jet tempur di kamp pengungsi tersebut telah membunuh seorang komandan Hamas bernama Ibrahim Biari. Namun, juru bicara Hamas, Hazem Qassem membantah bahwa komandan senior mereka ada di kamp tersebut dan menyebut klaim tersebut sebagai dalih Israel untuk membunuh warga sipil.

Israel mengebom kamp pengungsi tersebut dengan enam peluru, masing-masing membawa satu ton bahan peledak. Jumlah total korban yang tewas dan terluka dalam serangan udara diperkirakan mencapai 400 orang.

Israel melakukan serangan atas Jalur Gaza yang padat sesak sebagai balasan atas serangan mengejutkan Hamas pada 7 Oktober 2023. Hamas menangkap sekitar 230 tawanan dalam serangan infiltrasi tersebut. Sejak itu, Israel telah membunuh lebih dari 8.500 warga Palestina, banyak di antaranya adalah anak-anak.