KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa ketika berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Minggu (13/9/2026). Kapal penyeberangan itu membawa 243 orang dan 89 kendaraan sebelum ditemukan dalam kondisi terbalik. Hingga pembaruan Senin (14/9), sebanyak 108 orang telah diselamatkan, enam orang meninggal dunia, sementara 129 lainnya masih dicari.
Kronologi kapal hilang kontak
KMP Virgo Transport 8 bertolak dari Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 10.13 GMT. Dalam pelayaran tersebut, kapal mengangkut 213 penumpang dan 30 awak. Kapal itu melayani rute yang menghubungkan Pulau Jawa dan Kalimantan, sekaligus membawa kendaraan serta barang antarpulau.
Menurut informasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, kapal kemudian berlayar menuju Banjarmasin melalui perairan Laut Jawa. Posisi terakhirnya terdeteksi sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Dalam perjalanan, kapal menghadapi cuaca buruk. Sekitar tengah malam, nakhoda dilaporkan menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak agen. Situasi memburuk pada sekitar pukul 02.00 WITA, Minggu, ketika nakhoda melaporkan kapal dalam keadaan miring.
Laporan itu menjadi komunikasi terakhir dari kapal sebelum hubungan terputus. Kantor SAR Banjarmasin menerima laporan resmi mengenai hilangnya kontak sekitar pukul 04.10 WITA dari General Manager PT Virgo, Yoel Rihi.
Setelah menerima laporan, tim SAR mengerahkan personel dan KN SAR Laksmana 241 menuju perkiraan lokasi terakhir kapal. Operasi tersebut melibatkan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banjarmasin, TNI AL, kepolisian perairan, Distrik Navigasi Banjarmasin, Pelindo, serta agen kapal.
Operasi pencarian dan data kapal
Dalam proses pencarian, KMP Virgo Transport 8 ditemukan masih berada di permukaan laut dalam kondisi terbalik. Sebagian badan kapal berada di dalam air. Tim SAR kemudian memusatkan operasi pada pencarian penumpang dan awak yang belum ditemukan.
Sekitar 622 personel dan 12 kapal dikerahkan dalam operasi penyelamatan. Pencarian juga didukung kapal milik TNI dan helikopter. Sebuah kapal tanker Pertamina turut membantu evakuasi dan dilaporkan berhasil menyelamatkan 16 orang dari kapal tersebut.
KMP Virgo Transport 8 disebut dibangun di Jepang pada 1987 dan kemudian dijual kepada PT Virgo Karya Shipping sebelum dioperasikan dalam layanan pelayaran di Indonesia. Namun, usia kapal tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan.
Pemerintah masih menyelidiki insiden tersebut. Cuaca buruk dan gelombang kuat disebut menjadi bagian dari rangkaian kejadian, tetapi penyebab pasti kecelakaan belum dapat dipastikan sebelum investigasi resmi selesai. Pemeriksaan perlu mencakup kondisi teknis kapal, kelayakan berlayar, muatan, prosedur keselamatan, serta faktor lain yang berkaitan dengan kecelakaan.
Hingga pembaruan terakhir, fokus tim SAR adalah menemukan 129 orang yang masih hilang, mengevakuasi korban, dan memastikan proses identifikasi. Operasi pencarian masih berlangsung di perairan Laut Jawa.




