Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memantau langsung antrean panjang di salah satu fasilitas Pertamina di tengah sorotan mengenai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kegiatan Gibran itu kemudian menjadi bahan pernyataan Akbar Faizal dan memicu tanggapan dari Dede Budhyarto.
Dalam responsnya terhadap pernyataan Akbar, Dede mempertanyakan ukuran tindakan yang dapat dinilai sebagai bentuk bantuan. “Lantas apa yang dianggap membantu?” demikian pertanyaan yang disampaikan Dede berkaitan dengan langkah Gibran turun langsung memantau kondisi antrean.
Pemantauan Gibran menjadi sorotan
Informasi yang dipublikasikan pada 13 September 2026 tersebut memperlihatkan Gibran berada di lokasi antrean. Dokumentasi yang menyertai informasi itu berupa tangkapan layar dan menunjukkan adanya barisan panjang di salah satu fasilitas milik atau berafiliasi dengan Pertamina.
Kehadiran Gibran di lokasi dikaitkan dengan persoalan kelangkaan BBM. Namun, informasi yang tersedia tidak menjelaskan secara terperinci lokasi fasilitas Pertamina yang dikunjungi, waktu berlangsungnya pemantauan, maupun jenis BBM yang disebut mengalami kelangkaan.
Belum terdapat pula keterangan mengenai jumlah kendaraan atau warga dalam antrean tersebut, berapa lama antrean berlangsung, serta penyebab kondisi itu terjadi. Karena itu, antrean panjang menjadi fakta visual utama yang melatarbelakangi pembicaraan antara Akbar Faizal dan Dede Budhyarto.
Dede merespons pernyataan Akbar Faizal
Tanggapan Dede diarahkan pada penilaian Akbar terhadap tindakan Wakil Presiden. Melalui pertanyaan singkatnya, Dede menempatkan pemantauan langsung Gibran sebagai pokok perdebatan: apakah langkah mendatangi dan melihat kondisi di lapangan dapat dinilai sebagai tindakan membantu dalam penanganan masalah BBM.
Meski demikian, rincian pernyataan Akbar Faizal yang menjadi dasar respons tersebut tidak dicantumkan dalam informasi yang tersedia. Posisi lengkap Akbar mengenai kunjungan Gibran, termasuk aspek yang ia soroti atau kritik, juga tidak dijabarkan. Jabatan atau kapasitas Dede Budhyarto dan Akbar Faizal dalam pertukaran pernyataan itu tidak disebutkan.
Informasi tersebut juga belum memuat penjelasan resmi dari Gibran mengenai tujuan pemantauan, temuan selama berada di lokasi, maupun tindak lanjut yang akan dilakukan setelah melihat antrean. Tidak ada pula keterangan dari Pertamina tentang kondisi pasokan BBM di fasilitas yang didatangi Wakil Presiden.
Dengan informasi yang masih terbatas, perkembangan yang terungkap baru mencakup dua hal: Gibran memantau langsung antrean panjang di salah satu fasilitas Pertamina, sementara Dede Budhyarto merespons pernyataan Akbar Faizal dengan mempertanyakan tindakan apa yang dapat dianggap sebagai bentuk bantuan.




