spot_img

Prabowo Subianto

Tekanan Ban Ideal untuk Motor dan Mobil Anda

Tekanan angin ban tidak cukup ditentukan dari tampilan ban atau rasa keras saat ditekan. Angka yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi dapat memengaruhi kenyamanan,...
HomePolitikFakta-fakta Erupsi Gunung Anak Krakatau: 8 Bandara Ditutup

Fakta-fakta Erupsi Gunung Anak Krakatau: 8 Bandara Ditutup

Mengenang Erupsi Gunung Anak Krakatau yang Mengguncang Lima Provinsi

Berbicara tentang bencana alam di Indonesia, gunung api selalu menjadi ancaman yang nyata bagi masyarakat sekitar. Hal ini terbukti dengan erupsi Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (5/9) pagi di perairan Selat Sunda yang menyebabkan dampak luas terhadap lima provinsi di sekitarnya. Abu vulkanik dari semburan lava bahkan mencapai provinsi Banten, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Sumatera Selatan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa erupsi Gunung Api Anak Krakatau masih terus berlangsung hingga hari Sabtu dan abu vulkanik mulai terasa oleh warga di beberapa provinsi bahkan setelah malam itu.

Suara Dentuman Menakutkan yang Dipicu oleh Anak Krakatau

Menariknya, suara dentuman yang menyeramkan pada 4-5 September diyakini berasal dari letusan Anak Krakatau. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala PVMBG Rita Susilawati, fenomena ini mirip dengan ketika Gunung Kelud meletus pada tahun 2014 yang suaranya terdengar hingga ke Yogyakarta. Bahkan pada bulan April 2020, erupsi Gunung Api Anak Krakatau juga berhasil membuat suaranya terdengar hingga wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Dampak Erupsi dan Penutupan Delapan Bandara Utama

Hingga Minggu (6/9) pagi, abu vulkanik masih dirasakan oleh warga DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sebanyak delapan bandara pun terpaksa ditutup sementara karena dampak letusan Gunung Anak Krakatau. Bandara-bandara tersebut antara lain Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma (HLP) Jakarta, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara Bandung, serta bandara-bandara di Sumatera Selatan. Untuk mengatasi hal ini, Menteri Perhubungan telah menyiapkan tiga bandara alternatif untuk mendaratkan pesawat yang terdampak. Bandara-bandara ini termasuk Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani di Semarang, dan Bandara Internasional Juanda di Surabaya.

Source link