Presiden Prabowo Subianto diingatkan untuk berhati-hati oleh pengamat kebijakan publik, Muhammad Said Didu, terkait dengan kemungkinan ancaman negara bisa bubar. Hal ini disampaikan sebagai peringatan yang penting bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keutuhan bangsa.
Ancaman Pembubaran Negara
Menurut Muhammad Said Didu, ada banyak contoh sejarah di dunia di mana negara-negara besar tiba-tiba runtuh menjadi belasan negara kecil. Ia mengaitkan hal ini dengan Uni Soviet dan Yugoslavia yang dahulu merupakan negara kuat namun akhirnya terpecah belah.
Said Didu menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam menjalankan pemerintahan agar Indonesia tidak mengalami nasib serupa. Persoalan-persoalan internal dan eksternal perlu ditangani dengan bijaksana dan tanpa mengabaikan potensi bahaya yang dapat mengancam keutuhan negara.
Kewaspadaan dan Tindakan Preventif
Dalam kondisi geopolitik global yang terus berubah, peran Presiden Prabowo Subianto dan seluruh aparatur negara sangat penting dalam memastikan keamanan dan stabilitas Indonesia. Tindakan preventif perlu dilakukan untuk mencegah potensi ancaman yang dapat mengganggu kedamaian dan keberlangsungan negara.
Selain itu, kerja sama antara pemerintah, institusi, dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya persatuan dan kesatuan sebagai benteng pertahanan utama negara. Dengan adanya kesadaran ini, diharapkan semua pihak dapat bersatu dalam menghadapi tantangan dan ancaman yang mungkin muncul di masa depan.




