spot_img

Prabowo Subianto

Panduan Klaim Asuransi Mobil: Syarat, Dokumen, Proses

Cara Klaim Asuransi Mobil: Syarat Dokumen dan Prosedurnya Mengajukan klaim asuransi mobil membutuhkan kelengkapan dokumen dan ketepatan mengikuti prosedur yang ditetapkan perusahaan asuransi. Pemegang polis...
HomePolitikReaksi Kebun Binatang Surabaya Terhadap Viralnya Foto Harimau Kurus

Reaksi Kebun Binatang Surabaya Terhadap Viralnya Foto Harimau Kurus

Harimau Kurus di Kebun Binatang Surabaya Viral di Media Sosial

Sebuah foto harimau kurus yang diduga berasal dari Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi viral di media sosial. Keberadaan foto ini menjadi sorotan di tengah kasus dugaan korupsi keuangan PD Taman Satwa KBS senilai Rp10,2 miliar yang menjerat mantan Direktur Utama PD TS KBS 2016-2024, Choirul Anwar (CA).

Foto Harimau Kurus yang Menyayat Hati

Foto harimau Sumatera dengan tubuh sangat kurus tergeletak di atas permukaan semen dan rerumputan menjadi perhatian banyak orang. Kondisi harimau yang tampak sangat kurus dengan tulang rusuk dan panggul menonjol di kulitnya memicu kekhawatiran akan kesejahteraan satwa tersebut.

Meskipun foto tersebut memang asli dari KBS, Kepala Seksi Humas KBS, Lintang Ratri Sunarwidhi, menjelaskan bahwa gambar tersebut merupakan gambar lama yang diambil sekitar tahun 2009. Harimau tersebut sebenarnya merupakan sumbangan warga yang mengalami gangguan pencernaan karena makanan tidak sesuai.

Perbaikan dan Pengawasan Ketat di KBS

Lintang menegaskan bahwa kondisi harimau tersebut sudah meninggal sejak tahun 2009 setelah mendapat perawatan di KBS. Selain itu, dia menekankan bahwa kondisi satwa di KBS saat ini tidak ada yang kurus atau sakit karena pakan dan perawatan sudah sesuai standar.

Terlepas dari kasus korupsi yang melibatkan mantan Direktur Utama KBS, operasional perawatan satwa dan pelayanan kepada pengunjung KBS tidak akan terganggu. KBS tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan satwa di taman satwa tersebut.

Kejati Jawa Timur menetapkan CA sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi anggaran perusahaan sebesar Rp10,2 miliar. Perbuatannya tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak pada kondisi Kebun Binatang Surabaya yang tidak terawat dengan baik, bahkan sampai menewaskan beberapa satwa akibat kelaparan.

Source link