Minyak Kayu Putih dalam Bensin: Benarkah Lebih Hemat?
Jakarta (ANTARA) – Klaim mencampurkan minyak kayu putih ke dalam bensin agar lebih hemat sedang ramai dibicarakan di media sosial. Informasi ini muncul dari penelitian di perguruan tinggi mengenai manfaat minyak kayu putih sebagai bioaditif pada bensin.
Apakah Bensin yang Dicampur Minyak Kayu Putih Lebih Irit?
Minyak kayu putih mengandung senyawa 1,8-cineole yang diyakini dapat meningkatkan efisiensi pembakaran bahan bakar. Penelitian mencatat penurunan konsumsi bahan bakar hingga 35,78 persen dengan penambahan 8 persen minyak kayu putih pada Honda CS1 150 PGM-FI.
Studi lain pada Honda Supra X 125R menunjukkan peningkatan performa dan penurunan konsumsi bahan bakar dengan penambahan 4 mililiter minyak kayu putih per liter bensin.
Penelitian terbaru oleh Winoko dan Nugroho (2021) menemukan peningkatan daya mesin pada motor 150 cc dengan campuran minyak kayu putih sekitar 6 persen. Namun, konsentrasi campuran yang terlalu tinggi tidak memberikan hasil yang lebih baik.
Peringatan dari Para Ahli
Meskipun penelitian menunjukkan potensi penghematan bahan bakar, ahli konversi energi dari ITB, Prof. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, memperingatkan bahwa belum ada studi jangka panjang mengenai penggunaan minyak kayu putih di kendaraan.
Menurutnya, penambahan zat apa pun ke bahan bakar bisa merusak kualitas bensin dan mesin. Lembaga LEMIGAS juga menyoroti kebutuhan studi lanjutan terkait stabilitas dan kompatibilitas minyak kayu putih sebagai aditif biobahan bakar.
Jadi, sementara penelitian menjanjikan efisiensi, penggunaan minyak kayu putih dalam bensin perlu penelitian lebih lanjut sebelum dijadikan praktik umum.




