spot_img

Prabowo Subianto

Panduan Klaim Asuransi Mobil: Syarat, Dokumen, Proses

Cara Klaim Asuransi Mobil: Syarat Dokumen dan Prosedurnya Mengajukan klaim asuransi mobil membutuhkan kelengkapan dokumen dan ketepatan mengikuti prosedur yang ditetapkan perusahaan asuransi. Pemegang polis...
HomeBeritaIndra Charismiadji: Stop Jualan Mimpi, Anggaran Pendidikan Harus Diperbaiki

Indra Charismiadji: Stop Jualan Mimpi, Anggaran Pendidikan Harus Diperbaiki

Indra Charismiadji: “Bertahun-tahun Rakyat Dituduhkan dengan Narasi Anggaran Pendidikan 20 Persen, Stop Jualan Mimpi Indonesia Emas”

Indra Charismiadji, seorang aktivis pendidikan, telah mengungkapkan bahwa realisasi anggaran pendidikan Indonesia pada tahun 2025 hanya mencapai 19,1 persen dari total. Hal ini mengecewakan mengingat pemerintah selama ini kerap mengklaim komitmennya terhadap sektor pendidikan.

Belum Mencapai Target

Dalam pernyataannya, Indra mengungkapkan bahwa anggaran pendidikan yang masih jauh dari target 20 persen menunjukkan ketidakseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air. Padahal, sektor pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang berdampak besar bagi kemajuan bangsa.

Menurut Indra, peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari realokasi anggaran yang lebih besar dan efisien. Hal ini penting untuk menjamin akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi semua warga negara.

Kritik terhadap Kinerja Pemerintah

Indra juga tidak segan untuk mengkritik kinerja pemerintah yang dinilainya masih terjebak dalam retorika tanpa realisasi yang nyata. Ia menegaskan bahwa penting bagi pemerintah untuk berhenti hanya “mengjual mimpi” tentang Indonesia Emas melalui sektor pendidikan tanpa adanya tindakan konkret.

Selain itu, Indra menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran pendidikan agar masyarakat dapat mengawasi dan memastikan dana tersebut benar-benar disalurkan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Dengan demikian, pernyataan Indra Charismiadji ini menjadi sorotan bagi pemerintah dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Tanah Air.

Source link