Rektor ITB Protes Anggaran Kampus Hanya 18 Persen APBN, Bandingkan dengan China 80 Persen
Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof Dr Ir Tatacipta Dirgantara, mengungkapkan ketidaksenangan terhadap alokasi anggaran kampus yang hanya mencapai 18 persen dari APBN. Hal ini disampaikan sebagai perbandingan dengan negara lain seperti China yang memberikan anggaran hingga 80 persen untuk perguruan tinggi.
Anggaran Kampus di Indonesia vs China
Menurut Prof Tatacipta Dirgantara, perbandingan antara alokasi anggaran kampus di Indonesia dengan China menunjukkan ketimpangan yang cukup signifikan. China telah mengalokasikan 80 persen anggaran untuk perguruan tinggi, sementara Indonesia hanya memberikan 18 persen dari APBN. Hal ini menjadi perhatian karena investasi dalam pendidikan tinggi memegang peranan penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Mendorong Peningkatan Anggaran Pendidikan
Rektor ITB juga menyampaikan harapannya agar pemerintah Indonesia dapat meningkatkan alokasi anggaran untuk pendidikan tinggi guna mendukung pengembangan riset dan inovasi. Dengan adanya investasi yang memadai, diharapkan perguruan tinggi di Tanah Air dapat meningkatkan kualitasnya dan bersaing secara global.
Selain itu, perhatian terhadap anggaran pendidikan juga diharapkan dapat menciptakan lingkungan akademik yang kondusif bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Dengan demikian, penting bagi pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan ulang alokasi anggaran pendidikan tinggi guna mendukung kemajuan dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul.




