Menyediakan Huntara dan Huntap: BNPB Fokus Bangun Rumah Bagi Korban Banjir di Sumatra
Jakarta, CNN Indonesia — Pemerintah terus berkomitmen mempercepat penyediaan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana banjir di Sumatra. Komitmen ini tercermin dari persetujuan pemerintah pusat bersama DPR untuk mengucurkan dana pemulihan pasca bencana Sumatra sebesar Rp100,1 triliun selama tiga tahun (2026-2028).
Dana tersebut akan dikelola oleh kementerian/lembaga terkait dan dialokasikan untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Perbaikan meliputi infrastruktur, rehabilitasi rumah rusak, pemulihan ekonomi masyarakat, serta penguatan mitigasi dan pemulihan lingkungan.
Segera Melakukan Rehabilitasi Pasca Bencana
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyatakan, dana sebesar Rp100,1 triliun tidak termasuk dalam anggaran kebencanaan yang dikelola oleh BNPB melalui skema Dana Siap Pakai (DSP). Sejak awal masa tanggap darurat, BNPB mendapat Dana Siap Pakai sekitar Rp4 triliun digunakan untuk penanganan bencana di Indonesia.
Untuk bencana di Sumatra, DSP dialokasikan untuk berbagai kebutuhan seperti penyediaan logistik, pembangunan huntara, pembangunan huntap mandiri, Dana Tunggu Hunian, dana stimulan rumah rusak, dan lainnya.
Progres Pembangunan Huntara dan Huntap
Menurut Suharyanto, BNPB telah menyelesaikan 99,9 persen pembangunan huntara. Saat ini, fokus mereka adalah pada pembangunan huntap. Target pembangunan huntara lebih dari 20.000 unit.
BNPB juga telah memulai pembangunan sekitar 900 rumah dari target pembangunan huntap sebanyak 39.000 unit. Program lainnya seperti dana stimulan perbaikan rumah rusak, Dana Tunggu Hunian, program logistik, pemulihan ekonomi, dan lainnya juga terus berjalan.
Komitmen pemerintah dalam membangun kembali hunian untuk korban banjir di Sumatra menunjukkan upaya nyata untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana. Diharapkan, program rehabilitasi dan rekonstruksi ini dapat berjalan lancar dan mempercepat proses pemulihan bagi korban banjir di Sumatra.
(Sumber: CNN Indonesia)




