Ketua DPP PDIP Membahas Diskusi Kontroversial di Joglo GIK UGM
Jakarta, CNN Indonesia — Diskusi tiga pejabat tinggi negara di Joglo GIK UGM, Sleman, DIY, Senin (15/6) malam lalu menjadi sorotan. Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyindir kegiatan tersebut yang terhenti akibat protes dari sejumlah massa mahasiswa.
Deddy menilai bahwa puluhan mahasiswa yang protes memiliki alasan yang masuk akal, terlebih dalam situasi dimana kemarahan massa sedang akumulasi. Dia menyoroti pemilihan waktu dan tempat diskusi yang dianggapnya melecehkan dinamika.
Keputusan Ketua Deddy Sitorus
Deddy mengkritisi keputusan panitia untuk tetap melanjutkan diskusi di saat keadaan tidak kondusif. Menurutnya, kegiatan semacam itu seharusnya direncanakan dengan matang untuk menghindari gesekan yang tidak perlu.
“Jadi jelas kegiatan ini sejak awal berpotensi menimbulkan masalah,” ungkap Deddy. Dia juga menyoroti mantan aktivis yang kini telah menjadi bagian dari kekuasaan, seperti salah satunya Budiman Sudjatmiko.
Tanggapan dari Pihak Terkait
Selain Deddy, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko ikut memberikan klarifikasi terkait insiden ini. Mereka menyatakan bahwa tujuan kedatangan mereka adalah untuk berdialog dengan mahasiswa secara terbuka dan demokratis.
Meski sempat terjadi insiden, Sudaryono menjelaskan bahwa mereka berusaha bertahan di lokasi untuk melanjutkan dialog. Namun, situasi yang semakin memanas membuat kegiatan harus dihentikan lebih awal.
Budiman Sudjatmiko juga menyampaikan rasa kecewanya atas berakhirnya diskusi yang semestinya menjadi ruang bertukar gagasan dengan mahasiswa. Dia menyatakan kesiapannya untuk tetap berdialog meski akhirnya evakuasi dilakukan oleh petugas keamanan.




