Orangtua murid dan guru di SDN Wolomoni, Desa Niawula, Kabupaten Ende, menunjukkan perlawanan keras saat digusur paksa demi membangun koperasi desa (Kopdes). Suasana tegang pun menyelimuti area sekolah tersebut.
Perjuangan Melawan Penggusuran
Keputusan untuk menggusur bangunan SDN Wolomoni demi proyek pembangunan Kopdes telah menuai protes dari orangtua murid dan guru sekolah. Mereka menolak penggusuran paksa tanpa adanya pembahasan yang transparan dan kesepakatan yang jelas.
Hal ini membuat suasana di sekitar SDN Wolomoni menjadi tegang dan penuh ketegangan. Para orangtua murid dan guru berusaha keras melawan keputusan tersebut dan mempertahankan gedung sekolah yang sudah ada.
Implikasi Terhadap Pendidikan Anak
Perlawanan yang dilakukan oleh orangtua murid dan guru di SDN Wolomoni terhadap penggusuran demi membangun Kopdes memiliki implikasi serius terhadap pendidikan anak-anak. Ketegangan yang terjadi dapat berdampak negatif pada proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
Selain itu, ketidakpastian mengenai nasib bangunan sekolah juga dapat memengaruhi psikologis anak-anak yang belajar di SDN Wolomoni. Hal ini menjadi keprihatinan masyarakat luas, karena pendidikan anak-anak merupakan aset berharga bagi masa depan bangsa.
Menjadi penting bagi pihak terkait untuk menemukan solusi yang tepat dan adil guna menyelesaikan konflik yang terjadi di SDN Wolomoni demi kepentingan bersama.




