Sebuah temuan mengejutkan datang dari Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) yang membongkar bahaya dari penggunaan ulang galon berusia tua. Menurut KKI, sebanyak 92 juta warga Indonesia terancam oleh senyawa bisphenol A (BPA) yang terkandung dalam galon-galon bekas tersebut.
Dipakai Hingga 11 Tahun
Ketua KKI, Amirawati, mengungkapkan bahwa beberapa galon bekas yang mereka analisis sudah dipakai hingga 11 tahun lamanya. Hal ini menunjukkan bahwa kebanyakan masyarakat tidak menyadari bahaya yang terkandung dalam penggunaan ulang galon bekas secara berkepanjangan.
BPA sendiri sudah dikenal sebagai zat yang berbahaya terutama dalam penggunaan produk-produk plastik yang bersentuhan dengan makanan atau minuman. Terlebih lagi, BPA bisa terlepas ke dalam air yang dikonsumsi saat galon bekas dipakai secara terus-menerus.
Berdampak pada Kesehatan
Akibatnya, 92 juta warga Indonesia yang menggunakan galon-galon tua ini berisiko terkena dampak kesehatan yang serius. BPA diketahui dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti gangguan hormonal, gangguan reproduksi, hingga meningkatkan risiko penyakit kanker.
Melalui temuan ini, KKI berharap masyarakat bisa lebih sadar akan pentingnya menggunakan galon dengan benar dan tidak memanfaatkannya secara berlebihan. Selain itu, pemerintah dan produsen juga diimbau untuk meningkatkan sosialisasi akan bahaya BPA serta mengedukasi masyarakat mengenai cara penggunaan galon yang aman.




