Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik yang menyebutnya terlalu sering melakukan kunjungan ke luar negeri. Ia menegaskan bahwa perjalanan tersebut bukan hanya agenda seremonial, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah untuk mengamankan kepentingan strategis nasional, termasuk pasokan energi. Prabowo menekankan pentingnya langkah diplomasi langsung demi memastikan kebutuhan dalam negeri tetap terjaga.
Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga merujuk pada kunjungan yang dilakukan bersama jajaran kabinet ke Jepang sebagai bagian dari upaya mengamankan kebutuhan minyak. Selain itu, kader PDIP, Mohamad Guntur Romli, memberikan tanggapan terhadap alasan kunjungan luar negeri untuk menjaga pasokan minyak dengan melihat konteks tujuan negara yang dikunjungi, seperti Jepang dan Korea Selatan.
Guntur Romli menitikberatkan pada dampak investasi dari kunjungan tersebut daripada hanya memperhatikan tujuan perjalanan. Ia menyoroti bahwa meskipun Prabowo sering melakukan kunjungan ke luar negeri pada tahun 2025, upaya tersebut tidak berhasil menarik investasi asing ke Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa pentingnya mengoptimalkan hasil kunjungan luar negeri untuk kepentingan pembangunan dan investasi dalam negeri.




