Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa ia sempat menelepon Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, untuk menanyakan perkembangan situasi perang yang terjadi di Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi dalam pidato di acara Halalbihalal dan Anniversary ke-1 Youtuber Nusantara serta konsolidasi Laskar Gibran di Hotel Sunan, Kota Solo, pada hari Sabtu (4/4).
Dalam percakapan telepon itu, Jokowi menanyakan kapan perang tersebut diperkirakan akan berakhir, serta mengenai dampak kenaikan harga minyak mentah akibat peperangan di kawasan tersebut. Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa pemerintah UEA pun kesulitan untuk memprediksi kapan perang akan selesai dan bagaimana hal tersebut akan berdampak pada harga minyak dunia.
Sebelumnya, Jokowi juga menerima Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kediamannya. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menghormati Iran atas keteguhan dalam mempertahankan kedaulatan nasionalnya. Ia juga berharap agar perdamaian dan stabilitas dapat segera kembali di kawasan tersebut.
Pada pertemuan yang sama, Duta Besar Boroujerdi memberikan laporan detail mengenai kondisi lapangan terkini di Iran, termasuk serangan terhadap infrastruktur vital dan fasilitas ekonomi negaranya. Dia turut menyampaikan keprihatinan atas dampak kemanusiaan dan keamanan yang ditimbulkan oleh serangan tersebut.
Iran dilanda konflik setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan pada 28 Februari lalu, yang menyebabkan korban jiwa dan kerusakan banyak di negara tersebut. Sebagai tanggapan, Iran juga melancarkan serangan balasan ke Israel dan aset Amerika Serikat di wilayah Teluk.




