Warga Muhammadiyah telah menunaikan Salat Idulfitri 1447 H pada hari Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan awal bulan Syawal 1447 H mengacu pada keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Berdasarkan kriteria kalender ini, 1 Syawal 1447 H disepakati jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026 M.
KHGT adalah sistem kalender hijriah yang dirancang untuk meratakan penentuan awal bulan Islam secara global. Dalam sistem ini, bumi dianggap sebagai satu kesatuan keseluruhan sehingga awal bulan berlaku serentak di seluruh dunia. Dengan pendekatan ini, penentuan awal bulan tidak lagi tergantung pada batas wilayah tertentu, melainkan pada pencapaian parameter astronomis di salah satu tempat di dunia.
Perbedaan dalam penetapan Idulfitri antara Muhammadiyah dan pemerintah kerap terjadi di Indonesia. Muhammadiyah, gerakan Islam modernis terbesar di Indonesia, berdiri atas prinsip dakwah amar ma’ruf nahi munkar (mendorong yang baik, mencegah yang buruk) dan tajdid (pembaruan), dengan tujuan menjernihkan ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadis serta menciptakan masyarakat Islam yang sejati.
Tidak hanya memiliki akar dan jaringan yang kuat, Muhammadiyah juga diakui sebagai salah satu dari 10 organisasi keagamaan terkaya di dunia, seringkali dianggap berada di peringkat keempat. Yang menjadi pembanding adalah pemerintah yang juga memiliki caranya dalam menetapkan awal bulan Syawal. Selisih beberapa kali telah terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Muhammadiyah dikenal dengan gerakan Islam modernis, didirikan pada 18 November 1912 di Yogyakarta oleh KH. Ahmad Dahlan.




