Polemik seputar sikap Rismon Sianipar terkait isu ijazah Joko Widodo kembali memicu perdebatan publik. Rismon sebelumnya menyebut ijazah Jokowi palsu, namun secara mendadak ia menemui mantan presiden tersebut untuk meminta maaf dan mengakui keaslian dokumen ijazahnya. Langkah ini menarik respons dari berbagai kalangan, termasuk aktivis dan pengamat.
Heru Subagia, seorang Pengamat Politik dan Ekonomi, menilai perubahan sikap Rismon telah membuatnya menjadi sorotan publik secara tiba-tiba. Hal ini bahkan mengalihkan perhatian dari isu geopolitik global yang sedang ramai, seperti konflik antara Iran dan Israel. Menurut Heru, pengakuan Rismon terhadap keaslian ijazah Jokowi secara tiba-tiba dapat menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi intelektual seorang akademisi.
Heru juga mencatat bahwa setelah meminta maaf, Rismon justru mengajak pihak lain yang sebelumnya bersama-sama dalam kritik, seperti Roy Suryo dan dokter Tifauzia Tyassuma, untuk mengikuti langkahnya. Tindakan ini menimbulkan polemik baru karena proses hukum terkait isu tersebut masih dalam proses.
Selain itu, Heru melihat pertemuan Rismon dengan Jokowi juga menimbulkan spekulasi politik. Namun, menurutnya, dari segi kepentingan elektoral, posisi Rismon tidak cukup kuat untuk berdampak signifikan terhadap dinamika politik nasional.




