NS, seorang bocah berusia 13 tahun asal Jampangkulon, Sukabumi, diduga meninggal dunia setelah mengalami berbagai kekerasan oleh ibu tirinya, TR. Kabar ini telah menyebar luas di media sosial. Namun, TR yang merupakan terlapor dalam kasus ini membantah tuduhan yang viral di media sosial, khususnya setelah NS menuduhnya memaksa minum air mendidih sebelum meninggal. Menurut TR, tuduhan tersebut tidak benar dan ia tidak sekejam yang dituduhkan.
TR menjelaskan bahwa luka lepuhan di tubuh NS bukan disebabkan oleh trauma akibat air panas, melainkan karena kondisi kesehatan korban yang menderita kanker darah leukemia dan autoimun. Meskipun banyak penghakiman dari netizen, TR masih menjalani pemeriksaan kepolisian dan merasa terpukul dengan berita tersebut.
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, menyatakan bahwa kasus ini ditangani dengan hati-hati dan didasarkan pada bukti medis yang valid. Ada 16 saksi yang telah memberikan keterangan mendalam, termasuk keluarga, saksi TKP, dan saksi ahli medis. Hasil visum dan otopsi menunjukkan adanya luka lecet, luka bakar derajat 2A, dan trauma tumpul pada tubuh NS.
Pada Kamis (19/2), NS meninggal dalam kondisi tragis dengan sejumlah luka lebam dan bakar di tubuhnya. Video viral memperlihatkan NS dalam kondisi lemah dengan ayahnya, yang kemudian menunjuk ibu tirinya sebagai pelaku. Rumor penganiayaan mulai menyebar, termasuk kabar bahwa NS dipaksa minum air panas. Kasus ini tetap dalam proses penyelidikan untuk mencari kebenaran atas kematian tragis NS.




