Email reset password Instagram telah menjadi masalah besar sejak tanggal 6 Januari 2026. Banyak pengguna yang melaporkan menerima email dari akun resmi Instagram yang meminta mereka untuk mereset kata sandi tanpa mengajukan permintaan sebelumnya. Email tersebut terlihat otentik karena berasal dari akun Instagram yang terverifikasi dan domain resmi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi kebocoran data, yang juga dibicarakan di berbagai platform media sosial seperti Twitter.
Terkait pengiriman email reset password Instagram yang mengganggu, banyak pengguna merasa curiga dan waspada terhadap keamanan data mereka di platform tersebut. Laporan dari firma keamanan cyber Malwarebytes juga mengungkapkan bahwa data sensitif dari jutaan akun Instagram diduga telah dicuri oleh peretas dan disebarluaskan di dark web BreachForums. Informasi yang bocor mencakup nama lengkap, username, alamat email, ID pengguna, nomor telepon internasional, dan sebagian alamat fisik.
Selain itu, kebocoran data ini berasal dari kebocoran API Instagram yang terjadi sejak tahun 2024 namun baru dimanfaatkan belakangan ini. Situs pemantau kebocoran data terkemuka, HIBP (Have I Been Pwned), juga mencatat insiden ini dan perkiraan jumlah korban mencapai 6,2 juta akun. Meta, induk perusahaan Instagram, akhirnya memberikan penjelasan bahwa adanya celah teknis atau bug yang memungkinkan email reset password terpicu secara massal tanpa ada peretasan sistem keamanan.
Dalam menghadapi situasi ini, pengguna disarankan untuk mengganti kata sandi secara berkala, mengabaikan email mencurigakan terkait reset password, dan mengaktifkan Two-Factor Authentication untuk meningkatkan keamanan akun. Meskipun email reset password Instagram menimbulkan kekhawatiran, langkah-langkah ini dapat membantu menjaga keamanan data pengguna di platform tersebut. Dengan demikian, tindakan preventif ini penting untuk memastikan keamanan akun Instagram tetap terjaga dengan baik dalam menghadapi insiden kebocoran data yang terjadi.




