spot_img

Prabowo Subianto

Spesifikasi dan Harga Honda All New Vario 125 Terbaru 2025

Honda All New Vario 125 telah diperkenalkan sebagai generasi terbaru dalam kategori motor matic 125 cc. Motor ini menawarkan desain, fitur, dan teknologi lampu...
HomePolitikBentrok di Maluku: 2 Tewas, 6 Luka-luka

Bentrok di Maluku: 2 Tewas, 6 Luka-luka

Pada pagi Jumat (2/1), terjadi bentrokan antara warga Desa Longgar dan Desa Apara di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. Akibat insiden tersebut, dua orang tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka. Para korban yang tewas adalah Antoni Sareman dari Desa Longgar dan Hery Marlisa (40 tahun). Sedangkan enam korban luka termasuk warga Desa Longgar, Aleksander Djontar, Abdul Haji Rahantan, dan Laurensia Jerwy, serta warga Desa Apara, Remon Onaola, Muharam Difinubun, dan Karel Gwejor.

Peristiwa dimulai ketika dua warga Desa Longgar, Lorensius Jerwy dan Maksimus Kobaun, pergi ke rumah Tony Rainuni di Desa Apara untuk membeli minuman keras. Mereka kemudian diadang oleh sepuluh pemuda dari Desa Apara di perbatasan desa. Setelah dipukul, Lorensius dan Maksimus berlarian ke Desa Longgar. Kemudian, terjadi bentrokan ketika membawa sepuluh pemuda dari Desa Longgar untuk mencari pelaku pemukulan di perbatasan desa. Meskipun sempat dihentikan oleh seorang pendeta bernama Japy Tenu, bentrokan terus meluas.

Keesokan harinya, bentrokan kembali terjadi di pagi hari, dimana warga Desa Apara menyerang warga Desa Longgar. Pemicu bentrokan tersebut adalah masalah lahan di wilayah perbatasan antar desa yang menjadi sumber konflik. Kapolres Aru, AKBP Albert Perwira Sihite, telah mengonfirmasi kejadian tersebut dan mengerahkan sejumlah personel Brimob dan anggota Polres untuk menenangkan situasi.

Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, turun langsung ke dua desa yang terlibat untuk membantu meredakan ketegangan. Saat ini, pihak berwenang sedang meminta tokoh-tokoh masyarakat di kedua desa untuk membimbing warga agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah. Mereka juga mengimbau warga yang terlibat untuk menyerahkan masalah ini kepada penegak hukum dan menahan diri. Situasi di wilayah perbatasan desa pun sedikit demi sedikit membaik setelah adanya penjagaan dari aparat keamanan.

Source link