Banjir yang melanda Pulau Sumatera, yang disebabkan oleh badai siklon tropis senyar, telah menyebabkan berbagai pihak memberikan perhatian. Ratusan korban jiwa telah jatuh akibat bencana ini, menimbulkan keprihatinan yang mendalam. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) juga menjadi fokus perhatian, khususnya kinerja Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, yang dianggap gagal dalam mencegah praktik perusakan kawasan hutan di pulau tersebut.
Praktik ilegal penebangan hutan yang tidak prosedural tampaknya telah berkontribusi pada banjir tersebut, dengan banyaknya kayu gelondongan yang terbawa arus banjir hingga mencapai Kota Padang. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, telah menyatakan niatnya untuk memanggil Menhut Raja Juli Antoni untuk membahas dugaan deforestasi yang menjadi pemicu banjir dan longsor di Sumatera bagian utara.
Rapat untuk membahas masalah tersebut dijadwalkan dilakukan pada hari Kamis, di mana Kementerian Kehutanan diharapkan bisa memberikan paparan yang komprehensif. Peristiwa curah hujan ekstrem belakangan ini menunjukkan bahwa Indonesia perlu lebih waspada terhadap potensi bencana banjir yang bisa terjadi. Legislator fraksi PDI Perjuangan, Alex Indra Lukman, telah menegaskan bahwa pihak ini akan memastikan Kemenhut dapat menyampaikan informasi secara detail dan memadai dalam rapat yang akan datang.




