Kontroversi seputar pernyataan Menteri Keuangan terkait kurangnya pembangunan kilang minyak oleh Pertamina terus menjadi topik pembicaraan. Direktur Eksekutif Center for Energy Policy, M. Kholid Syeirazi, menjelaskan dalam program TO THE POINT AJA! di akun YouTube SINDOnews tentang kapasitas kilang minyak yang dimiliki Singapura yang jauh melebihi kebutuhan konsumsi dalam negerinya. Menurut Kholid, Singapura sangat mengandalkan pasar dari Indonesia, menjadi off taker sekitar 1 juta barel per hari. Situasi ini juga menjadi alasan mengapa Indonesia tidak membangun kilang baru, dengan alasan faktor geopolitik yang melatarbelakangi. Bahkan, World Bank telah mengirim surat kepada Menteri Keuangan untuk menyarankan pemerintah tidak membangun kilang. Pernyataan Purbaya Yudhi Sadewa pada Oktober 2025 lalu terkait Pertamina yang tidak membangun kilang baru juga mencuatkan kekecewaannya. Meskipun sebelumnya ia telah meminta Pertamina untuk membangun 7 kilang baru dalam waktu 5 tahun, namun hingga kini tidak satu pun kilang baru dibangun. Hal ini menjadi perhatian untuk dikontrol agar kebutuhan Bahan Bakar Minyak di dalam negeri dapat terpenuhi.



