Presiden Prabowo Subianto memunculkan kontroversi dengan menyentil tagar Indonesia Gelap dan Kabur Aja dulu dalam pidatonya di acara penutupan Kongres Nasional I Partai Solidaritas Indonesia. Pakar Hukum Tata Negara Zainal Arifin Mochtar menanggapi pernyataan tersebut dengan memberikan catatan dan menyoroti saat Prabowo pernah kabur ke Yordania. Zainal Arifin mengingatkan Prabowo tentang insiden tersebut dan menyindir keputusannya untuk kabur saat dikejar tuduhan di Indonesia.
Dalam responsnya, Prabowo mengungkapkan keheranannya terhadap tagar tersebut dan menegaskan bahwa mereka yang menyebarkan pesimisme sebenarnya ingin menciptakan kekacauan di Indonesia. Prabowo juga menyinggung bahwa demo-demo yang terjadi dibiayai oleh koruptor dan menegaskan kembali bahwa masa depan Indonesia cerah. Ia menekankan bahwa kekayaan Indonesia luar biasa asalkan dapat dikelola dengan baik sesuai dengan Undang-Undang Dasar.
Upaya Prabowo untuk memotivasi masyarakat tentang masa depan cerah Indonesia di tengah tagar kontroversial ini menjadi sorotan yang menarik. Pernyataannya mencerminkan keyakinannya akan kekayaan Indonesia dan mengecam upaya mengadu domba yang ingin mengguncang stabilitas negara. Semua ini menarik perhatian publik dan menjadi bahan diskusi yang menarik dalam ruang politik Indonesia.



