Prabowo Subianto

HomeBeritaMilisi Houthi Menunjukkan Keberanian Melawan Israel berdasarkan Nubuat Rasulullah

Milisi Houthi Menunjukkan Keberanian Melawan Israel berdasarkan Nubuat Rasulullah

JAKARTA – Kelompok Houthi di Yaman yang didukung militer Iran telah menyerang kapal komersial yang memiliki kaitan dengan Israel, menggunakan drone dan rudal. Serangan itu mereka lakukan sebagai bentuk dukungan kepada warga Palestina yang dikepung tentara Israel di Jalur Gaza.

Tindakan berani pasukan Houthi Yaman memaksa banyak perusahaan besar mengubah arah kapal pengiriman mereka. Serangan Houthi ini pun dipercaya telah membuat Israel mengalami kerugian besar hingga mencapai 3 miliar dolar AS pada pekan lalu.

Houthi bahkan mengancam akan menembakan bom ke kapal dagang internasional yang nekat menuju Israel melalui Laut Merah. Keberanian Houthi ini mengingatkan kita akan hadits Rasulullah saw tentang keberanian dan kehebatan tentara di Syam, di Yaman, dan di Irak.

Diriwayatkan Imam Abu Dawud dari Ibnu Hawalah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Perkaranya akan berubah hingga terbentuk tentara yang terorganisasi, tentara di Syam, tentara di Yaman, dan tentara di Irak”.

Ibnu Hawalah berkata, “Wahai Rasulullah, pilihlah untuk saya jika seandainya aku menjumpainya.”

Beliau bersabda, “Wajib atasmu untuk memilih kelompok yang berada di Syam, sesungguhnya itulah negeri pilihan Allah, yang Allah pilih menjadi negeri bagi hamba-Nya. Dan jika engkau enggan maka pegangilah Yaman, lantas penuhilah tempat minum kalian. Sesungguhnya Allah telah menjamin (keamanan) bagiku dengan penduduk Syam serta negerinya.” (HR Abu Dawud no: 2483).

Keberanian pasukan Houthi Yaman telah mengguncang perekonomian dunia. Banyak perusahaan pengapalan yang menghentikan pengiriman melalui laut merah menyusul serangan kelompok perlawanan Houthi atas kapal kargo yang berlayar.

Di antaranya, perusahaan pengapalan Jerman, Hapag-Lloyd dan Hong Kong, yaitu OOCL Hapag-Lloyd berencana mengubah rute 25 kapalnya pada akhir tahun ini. Mereka bakal menghindari Laut Merah dan Terusan Suez, Mesir, yang berarti mau tidak mau mengikuti rute yang lebih jauh lagi di sekitar wilayah Afrika.

Masih banyak perusahaan -perusahaan lain seperti Freightos, Produsen furniture global IKEA, HMM korea Selatan, MSC Swiss, Maersk, Euronav Belgia, V Group, Evergreen Taiwan, Equinor Norwegia dan British Petroleum (BP) yang melakukan hal serupa.

Langkah Houthi menyerang kapal kargo yang melintas di Laut Merah sebagai respons atas serangan berkelanjutan Israel ke Gaza yang sampai saat ini menyebabkan lebih dari 19 ribu warga sipil kehilangan nyawa.

Sumber: Republika