Prabowo Subianto

Visi Indonesia untuk Tahun 2045: Kondisi untuk Kemajuan dan Kemakmuran

Oleh: Prabowo Subianto Rekan-rekan Indonesiaku, jika Anda hanya bisa mengambil satu hal dari buku ini, maka haruslah ini: Sebagai bangsa, kita harus segera mencapai pertumbuhan...
HomeBeritaSemakin Banyak Negara Uni Eropa Mendukung Persetujuan Gencatan Senjata di Gaza

Semakin Banyak Negara Uni Eropa Mendukung Persetujuan Gencatan Senjata di Gaza

BRUSSELS — Semakin banyak negara-negara Uni Eropa yang mendukung gencatan senjata di Jalur Gaza meskipun ada perbedaan pendekatan di antara negara-negara anggota, kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell pada Kamis (14/12/2023). Saat berbicara kepada pers sebelum pertemuan Dewan Eropa di Brussels, Borrell mengatakan, para pemimpin blok tersebut akan bertemu untuk membahas situasi di Gaza dan perang di Ukraina juga masalah perluasan blok.

Borrell menambahkan, bahwa para pemimpin juga harus memperhitungkan hasil pemungutan suara Majelis Umum PBB pekan lalu yang menyerukan gencatan senjata di Gaza. Masyarakat Eropa harus mulai memikirkan cara mengatasi masalah Gaza ini dengan pendekatan politik, katanya.

“Negara-negara Arab telah mengatakan bahwa mereka tidak akan ikut serta dalam pembangunan kembali Gaza kecuali ada komitmen kuat dari komunitas internasional untuk membangun solusi dua negara. Dan kita harus fokus pada itu,” kata Borrell.

Ia mengakui negara-negara Uni Eropa memiliki pendekatan yang berbeda-beda dalam menanggapi masalah Gaza. Namun, melihat hasil pemungutan suara dalam Majelis Umum PBB, saat ini lebih banyak negara anggota EU yang mendukung gencatan senjata di Gaza dibandingkan sebelum-sebelumnya.

“Semakin banyak orang yang mendorong gencatan senjata, katanya.

“Kita harus fokus pada solusi politik terhadap masalah ini … Dan saya yakin ini adalah sesuatu yang akan didiskusikan oleh para pemimpin,” tambahnya.

Majelis Umum mengesahkan resolusi berjudul “Pelindungan Warga Sipil dan Penegakan Kewajiban terhadap Hukum dan Kemanusiaan” dalam sidang darurat di New York, Selasa (12/12/2023). Resolusi tersebut diadopsi setelah didukung 153 suara, sedangkan yang menolak 10 suara, dan 23 abstain.

Kesepuluh negara yang menolak, yaitu Austria, Ceko, Guatemala, Israel, Liberia, Micronesia, Nauru, Papua Nugini, Paraguay, dan Amerika Serikat. Sementara, yang abstain di antaranya Inggris, Italia, Jerman, Hongaria, dan Belanda.