Prabowo Subianto

Relawan Aksi Sahabat Gibran Melakukan Simulasi Program Makan Siang Gratis di Semarang

Sejumlah relawan yang tergabung dalam Aksi Sahabat Gibran (AksiBagi) menggelar simulasi program makan siang gratis yang diusung paslon nomor urut 2, Prabowo-Gibran di Pleburan,...
HomeBeritaRusia Mendorong Pengawasan Kemanusiaan di Gaza

Rusia Mendorong Pengawasan Kemanusiaan di Gaza

Rusia mendesak pengiriman misi monitor internasional ke Gaza untuk menilai situasi kemanusiaan di sana. Moskow juga mengatakan bahwa langkah Israel dalam menyerang Hamas pada 7 Oktober lalu untuk menghukum rakyat Palestina tidak dapat diterima.

Israel melakukan invasi ke Gaza sebagai pembalasan atas serangan Hamas tersebut. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa serangan Israel telah menewaskan lebih dari 18 ribu warga Palestina. Pekan lalu, Amerika Serikat (AS) memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendesak adanya gencatan senjata di Gaza.

“Mereka sangat mengutuk serangan teroris Hamas pada Israel pada 7 Oktober, tetapi pada saat yang sama, kami tidak yakin bahwa peristiwa ini dapat diterima dengan hukuman kolektif yang mengorbankan jutaan rakyat Palestina,” kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dalam wawancara dengan Al Jazeera di Doha pada hari Minggu.

Lavrov juga menyatakan bahwa “adanya jeda kemanusiaan” di Gaza membutuhkan “sejenis pemantauan lapangan.” Ia juga menggarisbawahi pentingnya pengiriman misi monitoring internasional ke wilayah tersebut.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah berulang kali menyatakan bahwa AS dan Barat telah mengabaikan kebutuhan akan kemerdekaan Palestina sesuai dengan perbatasan tahun 1967. Pada hari Minggu, Putin juga berbicara dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, melalui panggilan telepon terkait situasi di Gaza.

Lavrov menekankan bahwa ini tidak terjadi dalam vakum, merujuk pada blokade yang telah berlangsung selama beberapa dekade dan janji-janji yang belum terpenuhi terkait pembentukan negara Palestina.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, telah menegaskan bahwa serangan dari Hamas tidak terjadi dalam vakum. Israel menganggap pernyataan tersebut sebagai pembenaran serangan Hamas, namun Guterres menolak tuduhan tersebut.

Sumber: Republika