Prabowo Subianto

HomeBeritaIsrael Memilih Al-Mawasi, Kawasan Terpencil di Padang Tandus, untuk Warga Gaza

Israel Memilih Al-Mawasi, Kawasan Terpencil di Padang Tandus, untuk Warga Gaza

Warga Palestina mengatakan, tentara Israel memaksa mereka pindah ke daerah semak tandus di Gaza selatan tanpa air atau listrik. Militer Israel memerintahkan warga Gaza untuk mengungsi ke Al-Mawasi yang diklaim sebagai tempat “aman” dari serangan.

Dalam sebuah video yang diunggah oleh Aljazirah, seorang jurnalis, Bisan Owda menunjukkan daerah Al-Mawasi yang tandus tersebut. Video itu menunjukkan, Al-Mawasi seperti padang tandus tanpa listrik, air, dan makanan. Tidak ada bangunan di Al-Mawasi selain tenda-tenda pengungsi.

“Tentu saja ini aman karena tidak ada tempat untuk mengebom di mana-mana. Kita akan mati di sini karena kelaparan, mereka (Israel) tidak akan membunuh kita, mereka tidak akan membayar kita untuk membeli bom dan membunuh kita. Kita akan mati di sini sendirian,” ujar Owda.

Para pengungsi mendirikan tenda di wilayah Al-Mawasi, yang digambarkan oleh orang-orang Palestina sebagai semak belukar yang sepi. Seorang pengungsi, Enas Mosleh mengatakan, Al-Mawasi adalah daerah yang sangat terpencil. Di daerah itu tidak ada kamar mandi, toko roti, maupun supermarket.

“Kamar mandinya tidak ada, kalau mau sholat pun kita tidak bisa mandi, tidak ada tempat untuk mencuci tangan anak-anak, bahkan tidak ada tempat di mana Anda bisa memasak, tidak ada toko roti atau supermarket. Ini adalah daerah yang sangat terpencil,” ujar Mosleh.

Mosleh mengatakan, para pengungsi menghabiskan malam dengan suara roket dan pengeboman. Warga Palestina yang mengungsi berada di antara hidup dan mati.

“Kita bisa mati kapan saja, kita sedang menunggu giliran kita dan anak-anak kita,” kata Mosleh.

Pengungsi Palestina lainnya, Ibrahim Mahram mengatakan, para pengungsi menderita akibat perang meriam dan lolos dari perang tersebut hingga tiba pada perang kelaparan. Mahram mengatakan, dia harus membagi satu tomat untuk semua keluarganya agar tidak kelaparan. Selain itu, satu tenda pengungsi dihuni oleh lima keluarga yang berdesakan.

“Tentara Israel mendesak warga Palestina mengungsi ke Al-Mawasi dari Khan Younis, di selatan Gaza. Militer Israel telah membombardir Khan Younis secara besar-besaran dengan dalih bahwa para pemimpin Hamas ada di kota tersebut. Khan Younis menjadi tempat pengungsian bagi ratusan ribu warga Palestina yang melarikan diri dari kekerasan di wilayah utara Gaza. Sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza terpaksa mengungsi akibat perang, sebagian besar dari mereka mengungsi ke Gaza selatan. Sebagian besar penduduk di Gaza berstatus pengungsi, setelah keluarga mereka dipaksa keluar dalam peristiwa Nakba pada 1948 yang menyertai berdirinya negara Israel.”