Prabowo Subianto

Pengalaman dan Harapan untuk Prabowo Subianto

Sumber: Buku Prabowo: Rekam Foto Sang Patriot hal. 198-211 Siapa yang paling mengenal Prabowo Subianto? Karena dia pernah menjadi prajurit selama 28 tahun, tentu yang...
HomeprabowoPrabowo Subianto: Good Neighbor Policy

Prabowo Subianto: Good Neighbor Policy

Prabowo menunjukkan kekuatan dalam logika geopolitik. Dia mencatat pentingnya posisi geografis Indonesia, yang dianggap strategis karena menjadi salah satu titik yang banyak dilalui oleh rute perdagangan internasional.

Dalam upaya memanfaatkan keuntungan tersebut, Prabowo mengemukakan pentingnya bagi Indonesia untuk berperan sebagai tetangga yang baik bagi negara-negara di sekitarnya. Dia menyebut prinsip “seribu teman tidak cukup, satu musuh terlalu banyak” sebagai panduan untuk menjalin hubungan baik dan meminimalisir konflik dengan negara-negara lain.

Prabowo juga memberikan contoh keberhasilan negara-negara Timur dalam memerangi kemiskinan, seperti Tiongkok yang berhasil mengurangi angka kemiskinannya dalam 50 tahun terakhir. Menurutnya, Indonesia harus melihat contoh kesuksesan dari negara-negara di luar Barat terkait upaya mereka dalam memerangi kemiskinan, namun harus disesuaikan dengan kondisi Indonesia saat ini.

Dia menegaskan bahwa kesuksesan Indonesia dalam mengatasi kemiskinan dapat menjadi kunci dalam meningkatkan peran Indonesia sebagai pemimpin di kawasan dan di dunia. Prabowo juga menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia akan tetap berpegang pada prinsip bebas-aktif, menjadikan Indonesia sebagai negara non-blok dan non-terikat, serta menjaga hubungan baik dengan negara-negara besar.

Prabowo juga berjanji untuk mempromosikan dialog, perdamaian, dan kompromi dalam kerjasama internasional, serta menjalankan kerjasama dengan negara-negara besar dengan sikap non-terikat Indonesia. Dia juga menekankan pentingnya kesetaraan dalam hubungan antar-negara di berbagai isu.

Penulis: Broto Wardoyo, Kirana Virajati, Nida Rubini
Tim Riset Analisis Kebijakan Luar Negeri dan Diplomasi, Program Pascasarjana Hubungan Internasional, Universitas Indonesia