Prabowo Subianto

Task Force Prabowo-Gibran Menyangkal Kabar Potongan Anggaran Makanan Gratis Menjadi Rp7.500 Per Anak

Jakarta - Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo-Gibran membantah rumor pemotongan anggaran makan bergizi gratis dari Rp15 ribu menjadi Rp7.500 per anak. Hasan Nasbi sebagai anggota...
HomeBeritaPerang yang Terus Meluas Tidak Dapat Dihindari Lagi

Perang yang Terus Meluas Tidak Dapat Dihindari Lagi

Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amirabdollahian, mengatakan bahwa ekspansi cakupan perang di Gaza tidak dapat dihindari karena agresi Israel yang semakin meningkat. Amirabdollahian membuat pernyataan ini dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani pada Jumat (10/11/2023).

“Karena intensitas perang terhadap warga sipil Gaza semakin meningkat, perluasan cakupan perang menjadi tidak bisa dihindari,” kata Amirabdollahian, seperti yang dilansir oleh Aljazirah.

Secara terpisah, Amirabdollahian juga mengatakan bahwa waktu Israel untuk melanjutkan kejahatan di Gaza hampir habis. “Satu-satunya keuntungan dari (Perdana Menteri Israel, Benjamin) Netanyahu adalah dia membuat fondasi rezim Israel palsu semakin goyah dan menunjukkan wajah kriminal, kekerasan, dan agresif rezim Zionis dalam pembantaian perempuan dan anak-anak di Gaza. Tidak diragukan lagi, masa depan adalah milik Palestina,” ujarnya di media sosial.

Ketegangan regional dan bentrokan lintas batas telah meningkat sejak Hamas melakukan serangan mengejutkan terhadap Israel pada 7 Oktober, yang memicu perang di wilayah Gaza. Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah di Lebanon, yang bersekutu dengan Hamas, saling bertukar serangan. Lebih dari 60 pejuang Hizbullah dan 10 warga sipil tewas. Kekerasan tersebut juga telah menewaskan sedikitnya tujuh tentara Israel dan satu warga sipil.

Amerika Serikat dan pasukan koalisi telah diserang setidaknya 40 kali di Irak dan Suriah oleh pasukan yang didukung Iran, ketika ketegangan meningkat akibat pengeboman Israel. Sebanyak 45 tentara AS terluka.

Gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman juga telah melancarkan serangan rudal dan drone berulang kali terhadap Israel sejak 7 Oktober. Pekan lalu, AS mengerahkan kapal selam berkemampuan nuklir di Timur Tengah.

Sumber: Republika