Prabowo Subianto

Abdullah Haruman, Mantan Kapten dan Pelatih

Oleh: Prabowo Subianto Salah satu dari para bintara yang paling memengaruhi saya adalah Haruman. Saya mengenalnya saat beliau menjadi Bintara Peleton di Grup 1 Parako...
HomeBeritaTidak Boleh Ada Toleransi Dunia terhadap Bencana yang Terjadi di Gaza

Tidak Boleh Ada Toleransi Dunia terhadap Bencana yang Terjadi di Gaza

Pria ini menggendong anak perempuan setelah serangan udara di Gaza Utara pada Sabtu (28/10/2023). Sudah lebih dari 7.000 orang Palestina dan 1.300 orang Israel yang meninggal sejak serangan dimulai pada 7 Oktober tahun ini.

Presiden Komite Palang Merah Internasional (ICRC), Mirjana Spoljaric, meminta semua pihak untuk melakukan tindakan guna menghentikan penderitaan warga sipil yang tidak dapat ditoleransi di Jalur Gaza. “Ini adalah kegagalan besar yang tidak boleh ditoleransi oleh dunia,” kata Mirjana Spoljaric.

Ketika Israel menyatakan perang melawan Hamas, ini berarti memasuki fase baru dengan serangan udara besar-besaran di Gaza. “Saya terkejut dengan tingkat penderitaan manusia yang tidak dapat ditoleransi dan mendesak pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk melakukan de-eskalasi sekarang,” ujar dia.

“Kehilangan tragis begitu banyak nyawa warga sipil sangat menyedihkan,” ujar Spoljaric, seperti yang dilansir dari Al Arabiya pada Ahad (29/10/2023).

Spoljaric berbicara beberapa jam setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dengan tajam mengkritik eskalasi serangan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza, dan menyerukan gencatan senjata segera. Tentara Israel pada Sabtu (28/10/2023) memperingatkan penduduk Kota Gaza di Utara Gaza bahwa daerah tersebut sekarang adalah medan perang, dan memerintahkan mereka untuk mengungsi ke selatan.

Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas menyatakan bahwa serangan udara Israel telah menewaskan 7.703 orang. Sebagian besar korban adalah warga sipil, termasuk lebih dari 3.500 anak-anak.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, pada Sabtu memperingatkan bahwa ada kemungkinan ribuan warga sipil akan meninggal jika Israel melancarkan serangan darat besar-besaran di Gaza. Konflik ini adalah yang kelima dan paling mematikan di Gaza sejak Israel secara sepihak menarik pasukan dan pemukim dari wilayah Palestina pada tahun 2005.

Sumber: Republika