Prabowo Subianto

Strategi Terbaru Ikhwanul Muballighin All In Prabowo-Gibran di Pilpres 2024: Beralih Dukungan untuk Kemenangan Sekali Putaran

Jakarta - Organisasi Gerakan Ikhwanul Muballighin secara resmi mengalihkan dukungannya dari pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-Cawapres) nomor urut tiga, Ganjar-Mahfud, ke nomor...
HomeBeritaBoikot Israel Semakin Besar, Turki Menghapus Produk Coca Cola dan Nestle dari...

Boikot Israel Semakin Besar, Turki Menghapus Produk Coca Cola dan Nestle dari Daftar Menu

Parlemen Turki menghapus produk Coca Cola dan Nestle dari daftar menu di restoran-restorannya. Tindakan ini setelah dua perusahaan tersebut diduga mendukung Israel. Kedua perusahaan tersebut tidak segera menanggapi permintaan komentar.

“Diputuskan produk dari perusahaan yang mendukung Israel tidak akan dijual di restoran, kafetaria, dan kedai teh di dalam kampus parlemen,” kata parlemen Turki dalam pernyataan, Selasa (7/11/2023). Parlemen mengatakan keputusan tersebut diambil oleh ketua parlemen Numan Kurtulmus. Tapi dalam pernyataannya parlemen tidak menyebut dua nama perusahaan itu. Nama perusahaan diketahui dari sumber yang tidak bersedia diidentifikasi.

Sumber di parlemen mengatakan minuman Coca-Cola dan kopi instan Nestle satu-satunya merek yang dihapuskan dari menu. Sumber tersebut mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai tanggapan atas permintaan publik.

“Kantor ketua parlemen tidak tinggal diam terhadap protes publik dan memutuskan untuk menghapus produk-produk perusahaan-perusahaan tersebut dari menu kafe dan restoran di parlemen,” kata sumber tersebut.

Beberapa hari terakhir di media sosial para aktivis Turki menyerukan pemboikotan terhadap produk-produk Israel dan perusahaan-perusahaan Barat yang mereka anggap mendukung Israel. Pemerintah Turki mengkritik keras pemboman Israel atas Gaza dan dukungan Barat terhadap Israel.

Israel membombardir Gaza sejak serangan mendadak Hamas yang Israel klaim 1.400 orang. Para pejabat kesehatan Gaza mengatakan serangan Israel menewaskan lebih dari 10.000 warga Palestina, termasuk sekitar 4.100 anak-anak. Ratusan ribu warga Turki turun ke jalan untuk memprotes operasi Israel ke Gaza selama sebulan terakhir selain protes di media sosial.